Skip to main content

Posts

Filosopi Lautan Dan Makna Kehidupan

Lautan dan makna kehidupan Lautan dan kehidupan itu tak terpisahkan, keduanya memiliki filosopi yang mendalam dan mengantarkan kita pada pengharapan yang lebih baik lagi.  "Kehidupan itu laksana lautan. Orang yang tiada berhati-hati dalam mengayuh perahu, memegang kemudi dan menjaga layar, maka keramlah ia di gulung oleh ombak dan gelombang. Hilang di tengah samudra yang luas dan tidak akan tercapai olehnya tanah tepi" Ini menunjukan bahwa perjalanan kehidupan kita ialah laksana laut. Mengarungi berbagai problema dan reaiko, sebelum akhirnya sampai ketujuan utama kehidupan. Ahmad Fuadi juga mengatakan " Bertulanglah sejauh mata memandang, mengayuhlah sejauh lautan terbentang, bergurulah sejauh alam terkembang" Dalam menjalani kehidupan kita tak boleh putus asa. Tempuhlah segalanya dengan berani dan penuh keyakinan sekuat yang kita bisa dan semaksimal yang kita punya. Proses adalah segala hal yang menentukan hasil. Maka dari itu, jangan berhenti berlari, jangan berhe

Aku si pecundang

Aku si pecundang Tak pernah terpikir oleh ku bahwa aku akan kalah Kalah dari dunia yang mulai tak ramah Bahkan menjadi alasanku melemah Layaknya daun yang tersapu oleh angin Aku merenung.... Disetiap pelik yang menggunung Aku meredang.... Disetiap konflik yang menghadang.. "Agghkkkkkk" aku ingin berteriak sekeras mungkin Mempertanyakan pada semesta Kenapa aku menjadi pecundang??? Padahal dulu aku enggan tumbang Kenapa? Kenapa?  Kenapa? Dan  Kenapa?? Aku menjadi orang yang paling takut memhadapi hari esok Aku menjadi orang yang enggan untuk melihat kembali dunia Dan aku benar-benar menjadi pecundang Memilih menyerah sebelum tumbang... Drie, Juli 20

Membuang Bayi di Bawah Rumpun Bambu

Ini bukan sekedar cerita tetapi ini kisah nyata bukan juga karangan belaka tapi ini benar ada di realita. Yang awalnya aku hanya tau dari berita-berita sekarang ada di depan mata.  Beberapa hari yang lalu tepatnya pada malam jum'at kemarin aku di kagetkan dengan pernyataan emak ku yang menyatakan kalo ada seorang wanita yang ikut melahirkan bayi di bawah rumpun bambu kemudian bayinya itu di bunuh kata emak. Aku sedikit tak percaya dengan cerita emak pasalnya kalo emang bener ada yang melakukan hal tak berkeprimanusiaan seperti itu harusnya beritanya udah rame banget kemana-mana tapi ini nggak ada rame-ramenya sama sekali. Padahal kejadian nya itu dua hari yang lalu tepatnya pada malam rabu kamarin. "Ahh makk aku mah asa gak percaya" bantahku "masa iya dia melahirkan di bawah rumpun bambu di tambah lagi tempatnya yang dekat dengan kuburan. Apa gak di ganggu sama penunggu di sana? Padahal mah ya mak sama penunggu di sana teh pegang kakinya supaya gak bisa b

Menelartarkan ibu suatu kerugian yang besar

  "Satu ibu mampu mengurus anak sepuluh sekaligus, sedangkan sepuluh anak belum tentu mampu mengurus satu ibu" Prakata itu benar adanya bukan hanya sekedar kata tetapi benar-benar ada di realita.  Kulit yang mulai kriput, tangan-kaki yang mulai mengecil, berbicara mulai terbata-bata, pandangan yang sudah tak fokus, sudah tak mau makan, bahkan mengobrol pun sudah ngawur kesana-kemari. "Anak ibu mah udah pada kaya, jadi mereka gak mau ngurus ibu. Ibu mah di terlantarin we diurus di rumah orang, mereka mah gak mau ngurus ibu" tuturnya penuh dengan nada rapuh dan tak berdaya. Nauzubillah min zalik, Ya Allah jangan jadikan kami anak yang durhaka Ya Allah,, menelantarkan sosok ibu yang telah melahirkan, mengurus, serta memberi kasih sayang yang penuh dengan segenap jiwa dan raganya. Rela melupakan rasa lelahnya meski keringat bercucuran di wajahnya demi sosok anak yang ia sayangi. Tapi sayang di sayangkan ketika sudah besar tak jarang anak malah melupakan jasa ibu serta o

Bukan Otaknya Tapi Usahanya

Bukan otaknya yang luar biasa, tapi usahanya. Kalo kita mau berusaha, berusaha untuk mengisi otak kita dengan hal-hal yang baik maka kita bisa mengubahnya menjadi luar biasa. Mereka bisa menjadi no 1 karena mereka berusaha. Berusaha untuk memperdalam ilmunya, berusaha untuk belajar, berusaha mencari pengetahuan yang lebih, rela mengesampingkan kesenangannya. Bahkan bisa jadi sedikit waktu yang tercipta bersama keluarga karena  harus pokus dengan tujuan yang ingin di raihnya. "Dan kamu juga bisa membuat otakmu luar biasa, dengan cara memperbanyak pengetahuan dan latihan" "Intinya sekarang pakuat-kuat niat jeung paseueur-seeur usaha" Karena setiap otak manusia memiliki kadar kemampuannya masing-masing yang kalo di perbanyak latihan kita akan melihat keluarbiasaan dari otak kita.

Rasa itu kembali

Ketakutan itu mulai mendatangiku lagi, sejumlah angka dan hasil sudah terbayang dalam otakku.. yang bahkan aku sudah membayangkannya bahwa sejumlah angka yang akan di berikan esok hari punyaku tidak akan jauh lebih baik dari dia. Dan katakanlah jika aku pesimis, ya aku pesimis. Untuk urusan sejumlah angka ini jujur saja pesimis. Semester kamarin aku tak mampu mecetak nilai angka yang jauh lebih tinggi bahkan dari orang yang ada di peringkat 10. Aku haya tujuh langkah berada jauh dibawahnya. Saat aku mengetahui itu jiwaku seolah2 hancur, terjatuh kedalam jurang yang dalam sangking dalamnya aku bahkan tak bisa menemukan dasarnya hanya dalam waktu singkat.  Aku hanya melayang di udara menikmati setiap pergerakanku tanpa tau bahwa di bawah sana kematian akan menyambutku. Dan kemudian besok aku kan mendapatkam perasaan itu kembali.  aku merasa sudah berusaha keras supaya bisa mengumpulkan angka-angka itu jauh lebih banyak lagi dari pada orang lain. Dan hasilnya aku akan mengetahuinya besok

Takut

Hal yang paling aku takutkan adalah jatuh ke lubang yang sama. Dan akan merasakan luka yang sama lagi. Tanpa bisa di cegah hanya akan membuat hati terunggah kembali. Terunggah rasa sakit yang dulu sempat mencuat. Dan aku tak mau merasakan hal yang sama untuk kedua kalinya. Banyak orang yang akan di rugikan di sini termasuk orang yang paling aku sayang. Orang yang satu-satunya menjadi alasan aku kuat selama ini dan Alasanku bertahan hidup Maaf beribu-ribu maaf ku ucapkan walaupun aku tau tak akan bisa merubah hal yang sudah terlanjur ternodai. Setidaknya aku masih punya waktu untuk merubahnya di masa depan.

keresahan hati yang tak kunjung berhenti

Keresahan hati yang tak kunjung berhenti, membuat raga seakan ingin menyerah dan mati. Keresahan ini tak mampu aku ungkapan dengan kata. Tak mampu aku uraikan menjadi nyata,  hanya fiksi belaka namun terasa sangat nyata. Aku terlalu khawatir dengan duniaku tanpa khawatir dengan akhiratku. Aku terlalu takut tuk mengetahui fakta dunia yang sebenarnya. Takut jika aku tak mampu, takut jika aku akan kalah, takut jika aku akan menyerah, takut jika aku akan gagal, takut jika aku tak bisa menggapainya. Banyak sekali ketakutan, meskipun aku menobatkan diri sebagi orang Vemberani, tapi tetap saja ketakutan itu menghantui. Aku menganggap bahwa kesalahan ku dalam mengambil keputusan dimasa lalu adalah awal dari kegagalan di masa depan. Pikiranku terlalu dangkal karena ketidak mampuanku mengendalikan semua hal yang terjadi. Aku terlalu payah!! Payah hingga ingin menyerah Terlalu rumit untuk diluruskan, istilahnya "seperti mencari jarum diantara tumpukan jerami" Atau nggak &qu

Sesuatu yang tak pasti itu, membuat luka di hati:(

Pernah berharap ada seseorang yang bisa sayang sama kita?? Pernah berharap ada orang yang selalu care sama kita?? Pernahkan tapi apa kepernahan itu selalu bertahan lama?? Pasti sementara kan? Emangkan pada dasarnya semua hal yang ada di dunia ini bersifat sementara.. Jadi jangan terlalu berharap bahwa semua hal yang kita alami, kita miliki, kita harapkan akan selalu ada dalam genggaman yang nyatanya hanya akan meninggalkan tangisan. Sakit bukan, sesuatu yang udah lama kita pertahanin akan hilang dalam sekejap hanya karena ada orang baru atau hal baru yang lebih menarik dari pada kita. Maka dari itu stop!!. Stop mengharapkan sesuatu secara berlebihan. Dan jngan lupa pula untuk stop perasaan yang ada. Karena pada dasarnya semua hanya sementara dan hanya akan meninggalkan luka. 6.6.20 mg

Ayahku GILA!!

Namaku Ae, aku tinggal bersama ibu dan ayahku ralat bukan dia bukan ayahku. Karena Aku tak punya ayah. Meskipun lelaki tua yang ada di rumahku itu mengaku sebagai ayah. Tapi, aku tak pernah menganggapnya demikian aku terlalu membencinya. Entahlah, setiap kali melihat wajahnya hati ini merasa dengkol dan greget. setiap tutur kata yang terucap darinya aku tak suka mendengarnya ingin rasanya aku menyumpal mulut berisik bak radio butut itu. Aku terlihat durhaka bukan??? Biarlah semua orang menganggapnya seperti itu tohh mereka tidak tau keadaanku yang sebenarnya. Biar ku ceritakan kenapa aku membenci ayahku. Ayah ku itu Gila, dia pernah membunuh orang bahkan ibuku saja hampir mati di tangannya. kenapa?? Apa kalian juga mau mengolok-ngolokku seperti teman-temanku disekolah yang setiap pagi meneriakkan "Dasar anak pembunuh" "Anak orang gila ngapain sekolah, salah masuk kali" Kata-kata itu hampir membuatku depresi padahal yang pembunuh dan gila itu ayahku bukan aku. Kenapa

Thanks You for Today🤗

Ya Allah.... Untuk kebahagiaan hari ini terima kasih Terima kasih sudah mengabulkan do'aku Terima kasih sudah mendatangkan orang yang paling berharga dalam hidupku Hingga saat ini aku bisa mendengar suara dan melihat senyumnya yang aku rindukan Bisa merasakan dekapan hangatnya kembali Bisa merasakan tangannya yang halus kembali Aku sempat pernah mau menyerah, jika hari dimana aku bisa melihatnya di hari lebaran nanti adalah ketidak mungkinan Bahkan aku juga sempat merasa hampa dan kecewa padanya, tentang janji yang dulu dia ucapkan.  "Lebaran nanti Insha Allah aku akan pulang" Hingga beberapa hari kemarin ia mengucapkan kata yang menohok bagi hatiku. "Lebaran ini aku gak bisa pulang" Bagai tersambar petir disiang hari, bagai ditampar menggunakan sendal jepit, bagai tenggelam di air. Semuanya terasa sakit dan sesak. Tetapi Kau telah mengabulkan do'aku. Menghadirkan orang yang selama ini aku rindukan. Aku tak ingin mengulang masa yang sama. Lebaran tanpa orang

Yang Hilang Pasti Akan Kembali

"Pada intinya yang hilang pasti akan kembali" Terik matahari menyengat wajah cantik nan putih itu, tetapi sang pemilik tak meraaa terganggu dengan itu ia terus saja bersemangat menunggu angkutan umum yang akan membawanya ketempat tujuan tempat dimana yang ia rindukan, tempat dimana ada kedua malaikat nya.  Dalam pikirannya satu-satunya yang ia inginkan adalah untuk segera sampai di rumah. Ya, tujuan akhir yang ia inginkan adalah pulang kerumah yang sudah hampir 5 bulaan ini ia rindukan. "Hal pertama yang saya inginkan adalah segera bertemu dengan orang tua saya terutama dengan ibu saya karena sudah sangat-sangat rindu sekali" ucap seorang gadis yang baru menginjak 17 tahun pada bulan maret lalu. Pergi ke kota orang seorang diri sudah ia lakukan sejak beberapa bulan setelah keluar Sekolah Menengah Pertama. Ia memilih langsung bekerja dari pada melanjutkan pendidikannya karena masalah biaya. "Ya begitulah, kan biaya sekolah itu gak cukup den

Butterfly

Butterfly Kamu tau?? mendapatkanmu laksana ingin menangkap kupu-kupu karena setiap kali aku mendekat kau menjauh. Dan kamu tau?? Bahwa aku, disini diam-diam memperhatikanmu dari balik tembok dengan mata memandang dirimu takut-takut yang sedang asyik bercengkrama, menebar tawa dan pesona mendekat, menyapa namun ternyata itu hanya anganku yang tertunda. aku tak seberani itu  mendekatimu secara dekat hanya bisa menjadi pengamat -Drie_in

cerita hari ini| MOM

Hari ini, seseorang yang paling berharga dalam hidupku, seseorang yang paling aku sayang akan pergi kembali. Pergi ke tempat dimana ia mencari jantung kehidupan untuk mepertahankan hidupku dan adikku. Sebenarnya aku tak rela jika harus melepaskan ia pergi kembali, tapi apa boleh buat? Keadaan dan kenyaatann menuntutnya untuk pergi.  Ya mau tidak mau aku harus merelakannya walaupun hati menjerit, berteriak "Jangan pergi" itu tak ada artinya. Yang aku bisa sekarang hanya mengiringi kepergiannya dengan terus menguatkan hati dan menenangkan sang adik  yang menangis tersedu-sedu dalam pelukanku..   Pesan Mamah terus saja terngiang dalam ingatanku bahkan mungkin hatiku..   "Jaga adikmu ka, jangan terlalu di tekan. Jika tidak mau jangan di paksa, hati-hati menjaga rumah kalo mau tidur jangan lupa mengunci pintunya. Dan jangan lupa untuk tidak telat makan" pesannya Saat itu aku hanya bisa menangis dalam pelukan hangatnya " Jangan menangis" ucapnya lemb

| Faktanya aku tidak Istimewa

Faktanya aku tidak istimewa Dimatamu aku hanyalah orang yang sama dengan yang lain. Punya posisi sebagai teman bagimu Padahal dalam hati aku ingin menjadi orang istimewa untukmu.  Tapi ternyata aku sadar, jika semua itu hanyalah sebuah angan-anganku yang tak akan mungkin bisa menjadi nyata. Aku hanyalah sebuah debu diantara banyaknya sampah, ada dan terlihat tapi tak di pedulikan. Tanganmu hanya akan terulur untuk mengambil sampah saja bukan untuk menyentuh atau mengambilku- sebutir debu. Miris bukan???.... Aku terlalu berharap padamu yang hanya sekejap Terlalu cinta padamu yang tak nyata. Bukan ini bukan salahmu, ini salahku Yang terlalu mengaharapkamu agar aku bisa memiliki tempat istimewa di hatimu  Sedalam apapun dipikir, aku tetaplah fatamorgana untukmu..

Puisi| Dia dan Senyumannya

Dia menjauh Seperti kapal yang berlabuh Menyusuri samudra Dan meninggalkan seribu tanya Dia tertawa  Tetapi hatinya terluka Dan dia gembira Tetapi hatinya kecewa Hidupnya penuh tanda tanya Banyak hal yang tak ia perlihatkan Dia selalu bersikap seolah-olah Semuanya baik-baik saja Lukanya ia tutupi dengan senyuman Kecewanya ia tutupi dengan senyuman Kehancurannya ia tutupi dengan senyuman Apapun tentangnya selalu ia tutupi dengan senyuman..

Cerpen| Jangan Tinggalkan Si "Jago Merah" di rumah sendirian

Hari ini jiwa ku tergoyah oleh rasa kaget yang secara tiba-tiba menyerang. Karena si jago merah hampir saja menghancurkan istanaku. Untung saja sang dewi hujan telah melawan si jago merah dan melenyapkannya dalam sekedipan mata.. ** Sekarang adalah hari libur dimana seperti biasa rutinitasku pasti membersihkan rumah agar selalu terlihat nyaman dan bersih. Sedangkan di dapur nenek ku sedang memasak.  Wangi khas bumbu pasakan berhasil menghipnotis hidungku dan membuat perut ku lapar. Apapun yang nenek masak selalu saja lezat, pikirku. Aku tak menyadari kalo ternyata nenek pergi kewarung untuk membeli bahan makanan tambahan. Dan di dapur masih dalam keadaan memasak rebusan air. Tanpa terdengar olehku ternyata nenek telah berpesan padaku agar aku mengecek api dari kompor. "Ae, nenek pergi ke warung dulu. Sesekali coba cek apinya jangan terlelu fokus sama pekerjaanmu"  Kemudian pergilah nenek kewarung. Beberapa waktu kemudian, aku masoh terfokus de

Just A friend's Story

Ae & Youra Malam tadi sahabatku mengabariku lewat Facebook, kalo dia menyuruhku untuk datang besok kerumahnya. Karena dia membutuhkan bantuanku dan ada hal yang harus di ceritakan ( dia butuh syandaran gays hehe). Karena aku tak ingin sahabatku merasa kesulitan sendiri sebagai sahabat yang baik hati aku pun pergi kerumahnya yang jaraknya sekitar 100 m lebih dari rumahku kalo di tempuh dengan menggunakan motor kira-kira bisa menghabiskan waktu sekitar setengah jam ( haha lumayan kan) Dengan membawa dua buku mata pelajaran Ekonomi dan matematika, beberapa pulpen dan satu buku bacaan di tasku karena rencana nya mau sekalian belajar bersama. Aku pergi kerumah nya setelah mendapatkan izin dari Nenek ku. Setelah hampir setengah jam perjalanan di tempuh akhirnya aku sampai di rumahnya. Seperti biasa rumah itu tampak sepi seperti tak berpenghuni dan dingin bagaikan rumah di kutub es hahaha. "Assalamualaikumm"  Salamku sambil masuk nyelonong ke dalam

Cerita Ae dan Bapak |01-Beras Dan Hp Android

Cerita Ae & Bapak Hari ini Ae sedang melaksankan tugas negaranya, Cielah tugas negaranya hahaha.. Di rumah sederhana di atas kursi busa yang sudah mulai lapuk, ia memijit kaki bapak nya. Kaki kuat yang selama ini menjadi modal utama untuk bapanya melangkah mencari rezeki untuk dirinya dan keluarganya. Ae tak suka jika terlalu lama membisu tanpa perbincangan. Jadilah ia ber inisiatif untuk memulai percakapan sekaligus mengutarakan keinginan yang tersirat di hati kecilnya. "Pak" "Hmm" sambil menikmati pijatan Ae ( kebayang kan ?😅) "Pak" panggil Ae sekali lagi. "Apa" sekarang bapak bersuara. "Pak,kalo seandainya aku pengen hp gimana?" "Hp?? Bukanya kamu udah punyak hp" Bingung bapak kepada Ae. " Iya pak, maksud Ae Hp android" "Itu loh pak, Hp yang  layarnya biasa di sentuh. Bisa di gores kanan-gores kiri, ada kamera depanya jadi kalo mau selfi gak perlu su

Untukmu Yang Mulai Menjauh Aku Pamit

UNTUKMU YANG MULAI MENJAUH AKU PAMIT      Dear,      Maaf aku hanya berani berbicara lewat tulisan ini. Aku terlalu pengecut untuk berhadapan langsung denganmu dan memberitahu tentang kenyataan yang sebenarnya. Sebelum aku mengucapkan kebenarannya, ada satu permintaan dariku yaitu jangan marah. Kau harus janji jangan marah  dan jangan menangis, aku tak mau di akhir pertemuan kita kau menangis”.      Oke aku akan mengatakannya” Bahwa aku akan pergi, dan kita akan berpisah” “Apa kau bercanda?” justru aku tak bercanda tentu saja kenyataan itu benar adanya. Maaf bukan maksudku meninggalkanmu sendirian di kelas mengerikan itu, aku akan mengejar mimpiku, mengejar apa yang menjadi cita-citaku selama ini. Aku telah menemukan jati diriku yang sebenarnya, terimakasih setelah hampir 1 tahun kau mau bersamaku. Dan mungkin inilah akhir dari kebersamaan kita. Ini bukan berati aku memutuskan hubungan kita tapi, mungkin kita akan jarang untuk berbaur bahkan hanya sekedar