Pinterest Hujan turun 5 menit yang lalu. Kami menepi disebuah toko tutup pinggir jalan. Hujannya tidak terlalu deras, tetapi cukup membuat basah sehingga kami memutuskan untuk menepi. Dia dengan tenang melihat rintik hujan, tangannya ia ulurkan untuk menyentuh hujan. Aku tanpa sadar mengikuti. Entah kenapa hujan kali ini terasa berbeda. ”Mau lanjut jalan?” Aku hanya mengangguk setuju, kebetulan hujannya sudah mulai reda. Aku merapatkan kedua tanganku. Sebelum itu, ia keluarkan jas hujan dari bagasi motor lalu menyodorkannya padaku. ”Pake, biar enggak basah kehujanan” Aku menolak, supaya dia saja yang kenakan, tetapi dia tidak bisa menerima penolakan. ”Kamu aja yang pake” kukuhnya. Hanya ada satu jas hujan, itu berarti dia akan basah kehujanan. Seperti bisa membaca raut wajahku, dia bersuara “Aku ada jaket. Jadi, sekarang pake jas hujannya”. Dengan berat hati aku pakai jas hujan. Dia cekatan membantu, tangannya ia ulurkan untuk mengambil alih resleting yang tengah ku...
Drie's Journal
Tentang segala hal rumit dari pikiran